Dalam pengumpulan data-data untuk penegakan diagnosi, dalam ilmu akupuntur khususnya dan ilmu pengobatan cara umumnya menggunakan empat cara pemeriksaan
1.      Pemeriksaan pengamatan atau inspeksi yang disebut juga “Wang”
2.      Pemeriksaan dengan pendengaran dan penciuman yang dinamakan “Wen”
3.      Pemeriksaan dengan bertanya atau anamnesis yang disebut “Wen”
4.      Pemeriksaan dengan perabaan yang disebutkan “Cie”
Dengan empat cara pemeriksaan ini dikumpulkan data – data yang kemudian digolongan ke dalam delapan dasar diagnosis lalu digolongkan sekali lagi ke dalam penggolongan sindrom untuk menghasilkan sebuah diagnosis. Kerja selanjutnya ditentukan cara pengobatan prognosis yang telah dapat ditentukan pada saat penggolongan ke dala delapan dasar diagnosis. Keseluruhanya ini dilandasi oleh pengetahuan teori Ying Yang. Teori pergerakan 5 unsur. Teori fenomena organ dan teori meredian.
I.                   CARA PEMERIKSAAN PENGAMATAN
Sebuah pemeriksaan atas dasar pengamatan pemeriksaan pada diri penderita. Yang diamatai adalah seluruh tubuh penderita dengan mengutamakan:
1.      SEN,
yaitu sebuah fenomena yang diperlihatkan oleh keadaan bentuk tubuh penderita
Telah dibicarakan dalam hal Cing, Ci dan Sen(bab teori fenomena organ) bahwa Sen adalah semangat  , bentuk dan gerak gerik pikiran dan hasrat
Sen juga fenomena keseluruhan yang diperlihatkan oleh keadaan fisiologis atau patologis tubuh manusia dan Sen juga adalah Jiwa
Dari  keadaan Sen ini dapat di berat ringankan sebuah penyakit, lama barunya suatu penyakit yang di derita dan bagaimana prognosis penyakit tersebut.
Sen adalah baik bila ekspresi wajah muka bercahaya, mata bersinar, pembeciraan terang, semangat ada dan lain-lain lagi tanda-tanda kuatnya daya tahan tubuh. Sen adalah buruk apabila ekspresi wajah gelap, mata tak bersinar, tak ada semangat, tubuh kurus kering dan lain-lain lagi tanda-tanda lemahnya daya tahan tubuh. Baiknya Sen menandakan penyakit ringan, baru menderita penyakit dan prognosis baik, sebaliknya bila Sen buruk berarti bahwa penyakit berat, telah lama mengalami penyakit dan prognosis buruk.
Disamping penilaian Sen itu maka keadaan kesadaran ditentukan pul kesadaran menurun menandakan beratnya penyakit.

2.       SE
Dalam penelitian ini ditemukan Ci Se organ dalam (Cang Fu) dan fenomena perubahan patologis penyakit. Yang diamati adalah warna kulit dan ekspresi air muka penderita.
a.       Warna
Yang di utamakan adalah warna kulit muka. Lima warna yaitu: hijau, kuning ,merah, putih, dan hitam. Ini diperhatika timbulnya di wajah penderita.lima warna tersebut berkaitan dengan lima Cang dan lebih lanjut dapat ditentukan pula luar,dalam, dingin, panas, Si, dan Se. 
Hijau adalah warna hati, ditentukannya warna hijau pada wajah menandakan penyakit dalam hati. Gejalan utama umumnya adalah nyeri hebat pada daerah dada dan daerah sekitar perut. Muka dan bibir yang kehijau hijauan menandakan dingin yang hebat. Adanya warna hijau sekitar hidung menandakan gejala kejang menandakan angin hati bergolak.
Kuning adalah warna limpa, menandakan adanya penyakit limpa , menentukan lembab panas dan lembab dingin. Kuning terang berarti lembab panas, sedangkan kuning gelap menandakan lembab dingin.
Merah adalah warna jantung. Menyatakan adanya penyakit jantung dan menentukan adanya  panas
Putih adalah warna paru-paru . menyatakan adanya penyakit paru-paru, menentukan adanya paru-paru  Si dan darah kurang. Adanya warna putih atau pucat ini menyatakan adanya Si atau dingin, tidak mungkin Se atau panas.
Hitam adalah warna ginjal, menentukan adanya penyakit ginjal, menentukan adanya Si dan “kerusakan”. Pada fungsi ginjal yang rusak dapat ditentukan warna muka yang kehitam-hitaman (bukan warna asli) atau sebuah gelang hitam di sekitar mata.
b.      Ekspresi
Ekspresi yang bersinar, segar menyatakan penyakit luar, ringan dan baru di derita, bilamana gelap, layu menyatakan penyakit dalam, berat dan telah lama diderita.
Ekspresi ini menentukan warna di atas, baik dalam jenisnya(Yang Ying) maupun dalam berat ringanya, baru lamanya atau baik buruknya suatu prognosis sebuah penyakit.

3.      SING TAY
Melihat bentuk tubuh dan gerak gerik serta posisi penderita untuk menilai konstitusi tubuh penderita dan keadaan suatu penyakit.
a.       Bentuk tubuh
Tubuh yang berdada lapang, tulang belulang besar, otot yang berisi memiliki daya tahan tubuh yang kuat, sebaliknya tulang belulang yang kecil, otot yang kendor memiliki daya tahan tubuh yang lemah.
Tubuh yang gemu memiliki kecendrungan terhadap penampungan riak. Tubuh gemuk, muka merah dan bulat leher pendek memilik kecendrungan menderita Cung Fung yaitu apopleksia serebri.
Tubuh yang kurus, dada sempit , leher panjang dengan kedua pipi mencekung ke dalam, kedua daerah  fosa supraklavikular melekuk kedalam memiliki kecendrungan menderita penyakit paru-paru dengan batuk kronis yaitu tuberkolosis.
b.      Gerak gerik
Penyakit-penyakit tertentu mempengaruhi penderita menyatakan adanya atau dengan gerakan dan posisi tertentu penderita meringankan penyakitnya. Misalnya penderita penyakit lambung sering mengusap ulu hatinya, penderita sakit perut sering dengan kedua tangannya menekan perutnya, penderita dengan nyeri pinggang  sering menekan pinggang dengan tinjunya dan lain lain lagi gerakan yang pelu diperhatikan oleh si penderita. Disamping itu posisi seluruh tubuh juga perlu diperhatikan lagi apakah sikap normal atau tidak, diperhatikan dari ujung kepala sampai kaki. Kelainan posisi ini dapat memberikan gambaran perubahan patologis Cang Fu misalnay tubuh yang melengkung kejang tanda adanya penyakit hati, duduk dengan nafas memburu dan tak mau berbaring tanda adanya sesak napas, asma, pergerakan tak leluasa dengan merintih kesakitaan menandakan adanya sindrom Pi (reumatik).

Disamping hal-hal di atas, maka diperhatikan pula keadaan kulit yaitu, warna, luka, bisul, adanya penmpungan cairan, berkeringat atau tidak, kelainan kulit lainnya, keadaan mata yaitu, kuningnya sklera, merahnya sklera mata, pandangan yang menatap ke depan atau ke atas, hilangnya reksi atau sebagainya, seperti keadaan hidung yaitu ingusan (rinitis), epistaksis, pernapasan cuping hidung, juga keadaan telinga dan bibir diperhatikan pula terhadap letak dan kelainan yang mungkin terdapat. Kesemuanya ini dapat memberikan data-data untuk prnggolongan dalam delapan dasar dignosis.

4.      PEMERIKSAAN LIDAH
Yang diperhatikan adalah otot lidah dan selaput lidah untuk menentukan dan menntukan sifat dan jenis penyakit. Pemeriksaan lidah ne menduduki tempat utama dalam pemeriksaan pengamatan. Berat ringan nya suatu penyakit,luar, dalam,panas, dingin, Si dan Se dapat terlihat pada keadaan otot lidh dan selaput lidah.
Lidah berhubungan erat dengan Cang Fu. Berdasarkan Potografi meridian, meridian jantung, hati, ginjal, limpa, lambung mengadakan Luo dengan lidah, juga meridian kandung kemih dan San Ciao mempunyai hubungan dengan lidah. Berdasarkan teori Cang Siang maka lidah merupakan akar jantung, sesuai dengan fungsi jantung maka dari lidah dapat dinilai keadaan Sie dan pergerakan dan bentuk lidah dapat dinilai juga dengan keadaan Sen (mental). Lidah berhubungan dengan sistem pencernaan, tercakup dalam saluran pencernaan, maka dalam pencernaan mempengaruhi pula pada lidah. Lidah juga berhubungan dengan saluran pernafasan maka kelainan pada saluran pernafasan  pun mempengaruhi lidah. Lidah adalah bagian yang sensitif yang mengikuti perubahan keadaan penyakit dan perubahan itu seketika dan pasti.
Berdasarka pada pengaruh 5 Cang, makalidah dibagi dalam bagian-bagian tertentu yang dipengaruhi oleh Cang tertentu pula.  Litiatur- litiatur memberikan ungkapan-ungkapan yang sedikit berbeda. Yang sama adalah bahwa ujung lidah dipengaruhi jantung, tengah lidah dalam kekuasaan limpa lambung dan dasar lidah dipengaruhi oleh ginjal. Ada perbedaan pendapat mengenai peletakan dan kekuasaan hati dan paru-paru. Ada yang mengatakan ujung smping lidah dipengaruhi oleh jantung dan juga ddipengaruhi oleh paru-paru dan hati menguasai daerah tepi lidah. Ada juga yang mengatakan bahwa hati, kandung empedu menguasai daerah tepi kiri lidah dan paru-paru mnguasai daerah tepi kanan lidah. Yang umum dipakai adalah pembagian letak hati, paru-paru yang pertama yaitu kandung empedu dan hati mempengaruhi daerah tepi lidah dan paru-paru dan jantung mempengaruhi daerah ujung lidah.
Pembagian daerah menurut Cang Fu ini   mempunyai arti diagnosis yang tetap tida otomatis dan pasti, masih butuh di analisa bersama dengan keadaan otot lidah dan selaput lidah. Dalam pemeriksaan ini otot dan selaput lidah lah yang menetukan.
Yang dimaksut selaput lidah adala lapisan kotoran yang terdapat di pemukaan lidah yang tumbuh pada lidah bagaikan selaput lumut yang tumbuh pada permukaan tanah yang basah. Umumnya keadaan slaput menentukan dalamdangkalnya keadaan patologis dan keadaan Ci lambung, sedangkan otot lebih menentukan Si Se organ dalam. Umumnya perubahan patologis pada Ci memperlihatkan pada perubahan apa pun, sedangkan kelainan patologis pada Si tanpa perubahan kelainan pada Ci menampak pada kelainan otot lidan dengan tanpa kelainan pada selaput lidah.
a.       Otot lidah
1.      Warna
Warna normal otot lidah adalah merah muda yang merata, tidak tua dan tidak pula pucat tetapi segar.
Merah berarti ada sindrom panas dan/sindrom Se, bilamana merah dan kering berarti lambung dan Cin “terluka”
Pucat berarti adanya sindrom Si dan/sindrom dingin. Otot lidah pucat dan seluruh lidah tak ada selaput lidah berarti Ci Sie kedua-duanya Si.
Merah segar berarti sindrom panas, sindrom Yin Si. Merah segar dengan tanpa adanya selaput lidah berarti adanya sindrom Yin Si dengan api yang sangat panas.
Merah tua berarti adanya panas menyerang Ying, warna lebih pekat lagi bilamana masuk  menyerang Sie, bilamana terdapat di ujung lidah maka berarti api jantung berkobar hebat. Merah tua berkilat terang berarti Yin lambung telah binasa. Merah tua dan layu berarti menandakan Yin ginjal binasa.
Ungu berarti adanya sindrom panas dan sindrom dingin. Bilamana warna ungu tua dan kering layu berarti sindrom panas, tetapi bilamana ungu muda dan basah termasuk dalam sindrom dingin.
Biru berarti sindrom Ci Sie kedua-duanya terluka, warna yang jarang ditemukan. Bilamana masih terdapat selaput lidah maka keadaan belum gawat tetapi bilamana sudah tidak ada/tanpa selaput lidah maka penyakit tidak dapat disembuhkan lagi. Pada kehamilan bilamana ditemukan warna biru dengan tanpa selaput lidah maka bayi dalam kandungan telah mati.
Hitam berarti Sie telah”lumpuh”, bilamana warna hitam telah merata diseluruh lidah, bila bukan merupakan dingin yang hebat maka merupakan panas yang hebat. Sebuah prognosis penyakit yang sangat buruk, kering dan basah menetukan panas atau dingin.
2.      Bentuk dan Pergerakan Otot Lidah
Yang normal adalah tidak gemuk dan tidak kurus dan pergerakan bebas. Adanya penampungan cairan dalam tubuh menyebabkan timbulnya lidah yang membengkak, menjadi gemuk, adanya Sie Si panas dalam memperlihatkan lidah yang kurus, saluran luo tersumbat sehingga lidah menjadi kaku. Can Fu menyebabkan lidah miring ke kanan dan ke kiri, keringnya Cin Yi menimbulkan lidah yang menekuk ke atas. Yin Si panas dalam menimbulkan lidah yang gemetar.
b.      Selaput Lidah
Terbentuknya selaput lidah diakibatkan oleh tiga hal yaitu dibentuk oleh:Ci lambung, dibentuk oleh kelainan patologis atau Ci penyebab penyakit yang beraksi pada lidah, dibentuk oleh adanya sisa tertinggal dari makanan dan minuman. Selaput lidah yang normal adalah selaput lidah yang dibentuk oleh Ci lambung yaitu selaput-selaput yang tipis putih, bersih (tidak memberi kesan yang kotor), kelembaban yang sedang, tidak licin dan kering, kadang-kadang warna selaput bisa kuning muda. Pada musim panas sering tampak lebih tebal tetapi merata keseluruh lidah dan tidak memberi kesan kotor.
Dalam pemeriksaan selaput lidah dibedakan antara bentuk dan warna.
1.      Bentuk selaput lidah
Ø  Sejatinya palsunya selaput lidah
Selaput lidah yang tampak melekat dan seolah-olah tumbuh dari otot lidah dan berakar adalah selaput lidah sejati, bila hanya tampak seperti diolesi saja pad permukaan lidah dan bila diusap menghilang adalah selapu lidahpalsu. Adanya selaput lidah sejati berarti timbul adanya kelainan patologis pada selaput lidah.
Selaput lidah palsu memberi pengertian bahwa sesungguhnya tidak sakit/penyakit yang ringan/ Ci lambung yang lemah sehingga tidak bisa membentuk selaput lidah yang baru dengan akibat selaput lidah yang lama terlepas dan menjadi palsu.
Ø  Ada tidaknya selaput lidah
Bila pada permulaan sakit tidak adaselaput lalu timbul selaput berarti panas menyerang semakin hebat, sedangkan bila asalnya ada selaput lalu menjadi bersih (hilang) berarti bahwa Yin lambung kering.
Bila sekitarnya terdapat selaput lidah hanya di tengah-tengah kosong berarti bahwa adanya Yin Si,Sie Si atau Ci lambung ‘terluka’
Bila selaput lidah hanya ada pada belahan kanan atau kiri berarti sindrom Sao Yang (setengah luar setengah dalam). Bila bagian tengah terdapat selaput sedangkan sekitarnya bersih menandakan penyebab penyakit riak.
Ø  Kelembaban, Ketebalan, dan Kekotoran selaput lidah
Selaput tipis berarti tidak sakit, tetapi hanya sakit ringan,atau sakit mulai sembuh. Selaput tebal berarti penyebab dari penyakit telah menyerang dalm , penyakit dari ringan menjadi berat.
Selaput basah berati adanya penyakit lembab, selaput kering berarti adanya panas.
Kotoran selaput berarti adanya riak, tetapi bila diusap hilang berarti itu adalah Yang Ci yang berlebihan yang mendesak kotoran dalam lambung tercermin pada lidah.
Umumnya ketebalan selaput menandakan dangkal dalamnya kelainan patologis suatu penyakit, kelembaban menentukan ada tidaknya Cin Yidan kekotoran menentukan ada tidaknya riak.
2.      Warna Selaput Lidah
Perubahan warna selaput lidah ini menetukan perubahan dan perkembangan kelainan patologis ,karena itu pemeriksaan ini sangat penting :
Ø  Putih
Lidah yang normal berselaput putih tipis pada daerah tangan lidah dan akar lidah, ujung lidah berwarna merah muda bersinar segar.
Bila tidak normal, maka selaput lidah yang berwarna putih menandakan adanya penyebab penyakit angin, dingin dan lembab. Umumnya merupakan sindrom luar. Disebabkan kekeringan/kelembaban, keadaan otot lidah turut mengakibatkan timbulnya disefiensi dalam sindrom dinginyaitu Si dan Se.
Ø  Kuning
Umumnya merupakan sindrom dalam, sindrom panas Yang Ming, sindrom Ci panas.
Ø  Kelabu
Warna yang lebih muda dari hitam. Dibedakan dalam sindrom Yin Yang, panas dan dingin. Bila dirubah menjadi kuning maka berubah menjadi panas, bila langsung tampak selaput lidahnya yang kelabu berarti sindrom Yin (dingin)
Ø  Hitam
Bila hitam kering berarti sindrom panas dengan panas yang hebat. Umumnya sindrom panas merupakan perubahan dari kuning sedangkan sindrom dingin selaput lidahnya langsung hitam.
Pada pemeriksaan lidh ini haruslah diperhatikan :
1.      Terangnya ruangan pemeriksaan
Sebaiknya diperiksa di sinar yang terang matahari, sang hari. Harus dipastikan bahwa dibawah lampu/sinar warna kuning putih warna muda sukar dibedakan.
2.      Terbentuknya selaput lidah karna makanan dan minuman yang meninggalkan warna.
3.      Perlu menayakan biasanya keadaan lidahnya bagaimana. Karna perubahan-perubahan tertentu dari selaput lidah menentukan perkembangan suatu penyakit. Pada penderita yang baru datang untuk pertama kali pemeriksaan keadaan selaput lidah pada umumnya tidak memberi patokan diagnosa yang pasti

.
II.                CARA PEMERIKSAAN PENDENGARAN DAN PENCIUMAN
Dalam cara pemeriksaan ini digunakan pendengaran dan penciumann pemeriksaan untuk mengumpulkan data-data.
A.    Pendengaran
Dari kenyaringan, kejernihan suara pembicara , napas, batuk dan lain-lain menentukan penyakit tergolong dalam penyakit luar. Penyakit dalam dan sindrom-sindrom panas, dingin , Si dan Se.
a.       Suara bicara penderita
Umumnya  suara yang rendah dan perlahan tergolong dalam sindrom  Si atau penyakit  Lua. Orang yang mnderita sindrom Se atau dan sindrom panas biasanya suaranya nyarig, kasar, dan keras  , banyak bicara, sedang pada sindrom Si atau dan sindrom dingin umumnya suaranya lemah,perlahan dan malas bicara. Bicara menjadi sukar, menjadi pelo (bukan dari lahir) Ummkarea angin riak.
b.      Suara pernapasan
Suara pernafasan yang kasar, bertenaga dan tidak teratur. Umumnya karena adanya sindrom panas dengan panas yang hebat. Suara pernafasan yang pendek tak bertenaga dan putus-putus umumnya karena ada sindrom Si. Napas yang sesak berbunyi adalah asma atau Ci Cuan, ini dibagi dalam dua jenis yaitu, jenis Si dan Se.
c.       Suara batuk
Suara batuk yang hebat dan tidak jernih umumnya karena paru-paru dalam keadaan Se (sindrom Se paru-paru), sebaliknya pada sindrom Si paru-paru suara batuk lemah. Batuk dengan suara yang serak menandakan adanya ‘kerusakan’ pada paru-paru, tetapi apabila baru sakit lalu serak hal itu adalah karena sindrom Se paru-paru. Batuk yang berturut-turut sehingga muka merah dan muntah adalah gejala dari batuk seratus hari (pertusis).
d.      Cekutan
Terjadinya akibat adanya penyumbatan/kemacetan dalam lambung Ci lambung tidak dapat tersalur ke bawah dengan baik.
Ø  Bila berturut-turut  dan bertenaga berarti sindrom Se panas
Ø  Bila lemah dan seolah-olah tak sampai pada tenggorokan berarti sindrom Si dingin, Yang Limpa Si.
e.       Terap
Juga disebabkan karena adanya penyumbatan dalam lambung sehingga Ci lambung berbalik arah, tidak turun ke bawah tetapi ke atas mulut.
Ø  Disertai dengan bau busuk berarti ;kayu’ merusak tanah
Ø  Tanpa disertai bau apapun berarti Ci lambung naik ke atas.
B.     Penciuman
Yang diperhatikan adalah adanya bau hawa mulut, riak, keringat, air seni dan tinja si penderita. Mulut yang bau yang tercium dengan membukanya mulut adalah karena adanya sindrom panas dalam, makanan yang tidak tercerna, pembusukan gigi (karies dentis).
Riak yang berbau amis karena adanya panas dalam paru-paru (sindrom panas paru-paru) . keringat yang berbau membusuk karena adanya sindrom panas dalam paru-paru (sindrom panas paru-paru). Keringat berbau busuk karena sindrom panas lembab. Tinja yang berbau busuk sekali karena sindrom panas dalam. Air seni yang berbau busuk karena sindrom panas kandung kemih. Diare dengan tinja yang berbau amis adalah sindrom dingin usus besar.
III.             CARA PEMERIKSAAN ANAMNESIS
Melalui keluhan utama penderita yang disampaikan pada pemeriksa, pemeriksa melanjutkan dengan pertanyaan-pertanyaan untuk mengumpulkan data-data yang ingin diketahui pemeriksa.
Pengungkapan pertanyaan ditunjukan pada perjalanan penyakit, yaitu mulainya timbul keluhan  sampai pada saat datang berobat juga ditanyakan keadaan lingkungan dimana penderita hidup, sesuai dengan teori Yin Yang menyatakan bahwa manusia untuk mempertahankan keseimbangan Yin Yang nya tidak hanya mempertahankan keseimbangan Yin Yang nya,tetapi hanya mempertahankan keseimbangan Yin Yang dalam tubuhnya tetapi juga harus ada persesuaian antara Yang dalam tubuh dengan Yin Yang lingkungan dimana berada. Lalu ditanyakan pula keadaan penyakit masa kini, untuk mendapatkan data-data untuk penggolongan dalam delapan dasar diagnosa.
Dalam ilmu pengobatan cina umumnya , ilmu akupuntur khususnya digunakan ‘sepuluh pertanyaan’ sebagai cara bertanya pada penderita yaitu:
1.      Menayakan panas dingin
Pertanyaan yang tertuju itu untuk membedakan sindrom luar, dalam, panas, dingin, Si dan Se. Pertama-tama ditanyakan apakah ada panas dingin ? bila tidak umumnya penyakit dalam, bila ada maka umumnya merupakan penyakit luar. Dan selanjutnya pada penderita dengan panas dingin ditanyakan lagi apakah panas dengan takut dingin ? panas dingin sering kambuh ? takut dingin ?suka makanan atau minuman yang dingin atau hangat ? dan lain nya yang tertuju untuk mengumpulkan data-data untuk penggolongn sindrom atas dasar delapan dasar diagnosis dan selanjutnya penggolongan sindrom.
2.      Menanyakan tentang keringat
Ditanya ada tidaknya keringat ? kalau ada keringat banyak/sedikit ? waktu berkeringatnya ? jenis keringat ? ini juga untuk data dalam penggolongan sindrom atas dasar delapan  dasar diagnosis.
3.      Menanyakan kepala dan tubuh serta anggota gerak
Ditanyakan ada tidaknya keluhan-keluhn pada kepala, tubuh anggota gerak dalam hal rasa ,nyeri, ngilu, dan keterbatasan gerak dari sendi-sendi.
4.      Menyakan tentang buang air besar dan buang air kecil
Pertanyaan ini penting untuk menentukan sindrom panas. Dingin, Si dan Se. Ditanyakan adanya diare/konstipasi, adanya melena dan ingus dalam tinja, adanya hematuri  atau air seni yang kuning tua atau jernih, banyak sedikitnya air seni, sering tidaknya buang air kecil dan perasaan-perasaan yang ada setiap buang air kecil dan buang air besar, serta lain-lain lagi pertanyaan yang berkaitan dengan pengumpulan data-data sesuai dengan dasar diagnosis.
5.      Menanyakan tentang makanan dan minuman
Ditanyakan tentang nafsu makannya, keadaan setelah makan, kesukaannya (hangat/dingin) atau kecendrungan suka pada rasa tertentu dalam ilmu rasa dan sebagainya.
6.      Menyakan tentang dada dan perut
Ditanyakan tentang  keluhan, jenis keluhan, penjalaran, keluhan bagaimana hubungannya dengan makan, timbulnya keluhan secara tiba-tiba atau menahun dan sebagainya lagi.
7.      Menyakan tentang pendengaran
Ditanyakan apakah di dalam penderitaan penyakitnya ada pengaruh terhadap pendengaran ?ada tidaknya tinitus, penurunan pendengaaran dan nyeri telinga.
8.      Menanyakan tentang kehausan
Apakah sering haus ? kalau haus ingin minum atau tidak ? minuman sejenis dingin atau hangat yang disukai ? pada saat haus minum ,terus minumnya banyak atau tidak ?. ingat haus palsu dimna terasa haus tetapi tidak ingin minum atau minum tetapi hanya sedikit saja.
9.      Menayakan penyakit-penyakit yang telah di derita dan pengobatan yang telah diterimanya selama sakit
Menanyakan hal-hal penyakit sebelumnya untuk menimbang apakah penyakit kini ada hubungannya dengan penyakit terdahulu ? dan untuk pengobatan yang telah diterimanya ditanyakan bagaimana reaksi obat itu menjadi baik atau malah sebaliknya ?
10.  Pertanyaan untuk wanita dan anak-anak
Pada wanita jangan lupa menyakan tentang haidnya teratur atau tidak ?ada disminore atau tidak ?warna dan banyaknya haid, ada tidaknya leokorea dan sebagainya lagi tentang keistimewahan wanita.
Pada kanak-kanak pertanyaan tertuju pada ibunya atau yang merawat anak tersebut. Ditnyakan apa pernah mendapat vaksinasi, apa saja vaksin yang sudah diperoleh ? bagaimana tidurnya ?apakah ada sakit dirumah ?kesehatan orang tuanya, peristiwa kelahirannya serta saat dikandungnya perlu pula ditanyakan. Pertanyaan lainnya yang sembilan buah juga berlaku pada wanita dan kanak-kanak.
Perlu diketahui bahwa, sesungguhnya penggolongan dalam delapan dasar diagnosis sangat membtuhkan bantuan pertanyaan-pertanyaan di atas, disamping pemeriksaan yang lain.
IV.             CARA PEMERIKSAAN PALPASI
Dalam pemeriksaan ini maka tangan pemeriksa dibutuhkan untuk perabaan, pengetukan, penekanan, penyentuhan dan lain sebagainya yang  bertalian dengan keluhan lokal penderita (misalnya nyeri, bisul) dan pemeriksaan nadi. Dalam pemeriksaan ini pemeriksa menduduki tempat yang utama. Pemeriksaan lokal bertujuan untuk ada tidaknya nyeri tekan, besar kecilnya kelainan yang di dapat, terletak pada meredian mana kelainan yang di dapat dan sebagainya lagi.
PEMERIKSAAN NADI
Dalam pemeriksaan nadi, menurut buku Huang Ti Nei Cing bahwa pembuluh darah memperlihatkan keadaan Ci Sie, Ci Sie  yang kuat menyebabkan pembuluh darah yang kuat, Ci Sie menyebabkan keadaan pembulu darah yang lemah, Ci Sie yang tertekan dingin menyebabkan denyut nadi yang lambat, Ci Sie dalam keadaan Si menyebabkan denyut nadi tak bertenaga dan Ci Sie yang Se menimbulkan nadi yang kuat bertenaga dan Nan Cing mngungkapkan bahwa setiap meredian memiliki sebuah pembuluh nadi dan pembuluh  nadi pada cun Keu (pergelangan tangan) adalah nadi yang domain, dengan pemeriksaan nadi yang Cun Keu dapat diketahui keadaan Ci Sie dalam setiap meredian, selanjutnya keadaan Cang Fu dapat diketahui.
Yang diperiksa dalam pemeriksaan nadi ini adalah Ci meredian dan Ci organ. Ci merupakan promotor Sie dan Sie merupakan ibu Ci dalam pembuluh darah yang mengalir Sie, pergerakan Sie ditentukan oleh keadaan Ci, perubahan dalam pembuluh darah mencerminkan perubahan Sie dan perubahan Sie dipengaruhi oleh Ci, sebaliknya kelainan pada Ci mnyebabkan kelainan  pada Sie, kelainan Sie mnyebabkan kelainan denyutan. Secara umum ada tiga jenis cara pemeriksaan nadi berdasarkan letak nya:
1.       Pembagian atas Dasar Tiga Bagian Sembilan Keadaan Bagian atas(kepala)
Bagian Atas :
Ø  Nadi daerah temporal (ramus frontal A. Temporalis superfisialis), terletak dekat titik istimewa Tay Yang. Untuk menentukan keadaan daerah sudut kepala/muka.
Bagian Tengah:
Ø  Nadi daerah depan telinga (ramus auricularis anterior A. Temporalis superfasialis), terletak di dekat titik elemen.
Bagian Bawah :
Ø  Nadi daerah pipi (A. Transfersa fasie) terletak dekat titik Ci Liao, untuk menentukan keadaan mulut dan gigi.
Bagian Tengah (pada tangan)
-          Atas
Tay Yin tangan, Cun Keu (A. Radialis ), terletakmpada titik Sen Men, untuk menentukan keadaan paru-paru.
-          Tengah
Sao Yin tangan (A.ulnaris.) terletak deket titik Sen Men, untuk menetukan keadaan jantung.
-          Bawah
Yang Ming tangan (A. Femoralis dan A, dorsalis 1) terletak deket titik He Ku. Untuk menentukan keadaan Ci dalam dada.
Bagian Bawah (pada tungkai) :
-          Bagian atas
Cie Yin Kaki (A. Femoralis dan A. Dorsalis pedis), terletak deket titik – titik U Li dan Tay Cung. Untuk menentukan keadaan hati.
-          Bagian tengah
Tay Yin Kaki (A. Femoralis ) dan Yang Ming Kaki (A. Arkuata), terletak deket titik Ci Men dan Cung Yang. Untuk menentukan keadaan limpa (Ci Men) dan keadaan lambung(Cung Yang)
-          Bagian bawah
Sao Yin Kaki (A. Maleolaris posterior medialis), terletak dekat titik Tay Si.. untuk menentukan keadaan ginjal.
2.      Pembagian Atas dasar Tiga Bagian
Ø  Ren Ying - A. Karotis komunis
Ø  Cun Keu – A. Radialis .
Untuk menentukan keadaan 12 meredian.
Ø  Fu Yang – A.dorsalis pedis
Untuk menentukan Ci lambung
Ø  Tay Si – A. Maleolaris posterior medialis
Untuk menentukan keadaan Ci ginjal.
3.      Pembagian Atas Dasar Cun Keu
Hanya digunakan nadi A. Radialis pada pergelangan tangan. Untuk menentukan keadaan Ci 6 Cang dan 6 Fu.
Dalam praktek ketia cara pembagian ini dapat dilakukan, hanya titik berat dijatuhkan pada pembagian atas dasar Cun Keu. Pemeriksaan nadi atas dasar Cun Keu ini diuraikan lebih terperinci dibawah ini :
A . Radialis pada pergelangan tangan dibagi dalam tiga bagian yaitu Cun, Kuan dan Ce. Kuan terletak tepat dibelakang benjolan tulang pergelangan tangan (prrosesus stiloidus radi), kearah di atas distal terletak Cun dan proksimal Ce. Bilamana jari tangan II, III dan IV diletakan  dengan jari III pada Kuan, maka jari-jari yang lain terletak pada Cun dan Ce. Pada orang yang lebih tinggi dan besar daripada pemeriksaan maka jarak jari II pada jari III, dan jarak jari IV pada jari III dibuat merenggang, sedangkan apabil pemeriksa lebih tinggi dan lebih besar daripada penderita maka jari-jari itu lebih dirapatkan.
Setiap Cun, Kuan dan Ce menyatakan keadaan Ci organ tertentu, kiri dan kanan berlainan, bagian permukaan dan bagian dalam berlainan pula. Dan Ci organ mana yang dipengaruhi oleh keadaan nadi Cun. Kuan dan Ce itu dari zaman ke zaman, dari dinasti ke lain dinasti di china dahulu kala para ahli mempunyai pendapat-pendapatnya yang berbeda-beda, tetapi dengan garis besar yang sama. Sebagai bahan, seluruh pendapat-pendapat itu diungkapkan di bawah ini dalam bentuk label:



date 13 March 2013

0 komentar to “EMPAT CARA PEMERIKSAAN AKUPUNTUR”

Leave a Reply: